Tipe-Tipe Finishing Lantai dengan Epoxy

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa epoxy merupakan proses pengecatan lantai agar lantai terlihat lebih indah dan nyaman. Epoxy sendiri memiliki banyak manfaat seperti lantai menjadi lebih indah, lantai lebih bersinar, dan tidak mudah pecah. Epoxy sendiri bisa di gunakan baik oleh gedung-gedung tinggi seperti perusahaan, rumah sakit, atau pun rumah Anda sendiri juga bisa. Sudah banyak yang menggunakan teknik epoxy ini terhadap rumahnya, misalnya saja pada garasi rumah. Karena epoxy ini juga dapat membuat lantai menjadi tidak licin sehingga menyebabkan mobil tidak selip. Tidak hanya pada lantai, epoxy juga dapat digunakan pada dinding atau pelapon.

Jenis Epoxy Untuk Finishing

Epoxy tidak hanya memiliki satu jenis saja karena penggunaannya juga banyak terhadap berbagai tempat. Nah, berikut ini merupakan beberapa macam epoxy yang biasa digunakan.

  • Epoxy floor coating

Epoxy ini berisi campuran antara resin dengan polymed yang dapat membuat menempel pada beton, keramik, atau pada kayu. Banyak yang sudah menggunakan epoxy jenis ini. Sama halnya seperti epoxy pada umumnya epoxy ini juga mempunyai manfaat seperti membuat lantai yang tidak licin. Epoxy jenis ini merupakan ISO yang digunakan oleh beberapa industri.

  • Epoxy mortar

Fungsi dari epoxy ini mungkin sedikit berbeda karena berfungsi sebagai penyambung lantai yang retak pada beton. Kemudian dapat sebagai penambal beton yang rapuh dan bersifat water proof. Perbedaan dari yang lain epoxy ini lebih ke beton daripada lantai bahkan papilon.

  • Epoxy Primer

Epoxy ini berfungsi sebagai pengikat beton dengan lantai dan cat finishing, untuk pengecatan di atas keramik, di atas kayu, di permukaan besi, dan sebagai antibocor yang baik. Epoxy primer sendiri terdiri antara epoxy coating untuk lantai yang terdiri dari epoxy clean dan harderner.

  • Epoxy clear

Epoxy clear ini berfungsi sebagai penguat antara beton dan cat finishing juga mempunyai daya tahan yang kuat terhadap baban yang diberikan ketika cat finishing selesai diaplikasikan. Kemudian epoxy ini dapat digunakan sebagai bahan penginjak beton dan juga penambal beton yang berlubang. Epoxy ini juga dapat digunakan sebagai antikarat untuk besi.

  • Dempul Epoxy

Kemudian terakhir adalah dempul epoxy atau bisa juga dikatakan sebagai body coat. Body coat ini berfungsi untuk menutup pori-pori, lubang dan retakan pada beton dan dinding. Pendempulan pada cat lantai juga dapat dilakukan oleh dempul epoxy ini. Tahan terhadap panas dan masih banyak lagi pendempulan yang bisa dilakukan seperti pada kayu, keramik dan beton.

Nah, itulah beberapa jenis epoxy yang dapat kita gunakan untuk diaplikasikan pada lantai bangunan yang akan kita buat nanti agar hasilnya lebih maksimal. Tidak hanya itu saja, setelah melakukan pengecatan pada beton atau keramik ini akan dilakukan langkah terakhir. Finishing ini dapat dilakukan dengan mengecat bagian lantai yang sudah selesai diperbaiki. Proses finishing ini harus dilakukan dengan sangat telaten karena pada proses ini, ketelitian sangat diperlukan agar hasil yang diinginkan bisa didapatkan.

 

3 Material Ini Dengan Harga Termahal

Mungkin selama ini masih banyak orang yang beranggapan, bahwa emas itu merupakan material paling mahal di dunia. “mulai sekarang buang jauh-jauh anggapan itu”, ternyata ada beberapa jenis material yang lebih berharga dan lebih mahal dari emas lho. Biar kamu tidak penasaran, berikut ini akan saya sampaikan 3 material yang harganya jauh melebihi harga emas.

  1. Batu Taaffeite

Material berbentuk batu ini, memang menjadi salah satu batu termahal di dunia. Batu Taaffeite ini merupakan batu cantik yang berwarna ungu dan ada sedikit sentuhan warna pink. Menurut informasi yang didapat, harga per-gram batu ini mencapai 20 ribu Dollar atau setara dengan Rp 265,5 juta “hanya ada satu kata Wow”.

  1. Tritium

Tritium adalah material senyawa hidrogen yang berubah menjadi zat radioaktif alami akibat dari radiasi sinar matahari. Menurut sumber informasi, senyawa tritium ini dibandrol dengan harga 30 ribu USD atau setara dengan Rp 350 juta per gramnya “wah bisa kaya mendadak nih kalo gue jualan yang satu ini”.

  1. Kaliforium

Material termahal selanjutnya adalah Kliforium. Sejatinya kaliforium merupakan zat kimia berbahaya yang bisa menyebabkan kematian “gue jadi curiga kalo ini dijadiin sebagai bahan pembuatan senjata kimia”. Kaliforium ini dibanderol dengan harga 27 juta USD atau setara dengan Rp 331,8 miliar per gramnya “wah benar-benar harga diluar waras”.